Senin, 02 November 2015

Meningkatkan Profesionalisme dan Etika Penegak Hukum

Meningkatkan Profesionalisme dan Etika Penegak Hukum

Fakultas Hukum, Universitas Esa Unggul bekerjasama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) pada Kamis, 20 Januari 2011 menyelenggarakan Seminar “Meningkatkan Profesionalisme dan Etika Sebagai Penegak Hukum” oleh Dr. Dharmono, SH, MH – Wakil Jaksa Agung RI, Dr. Taufiqurrahman Sahuri, SH, MH – Pimpinan Komisi Yudisial. Dr. Dr. Otto Hasibuan, SH, MH – Ketua Umum PERADI seharusnya dijadwalkan sebagai pembicara, namun berhalangan hadir dan digantikan oleh Dr. Fauzi Hasibuan, SH, MH – Ketua Komisi Pendidikan PERADI.
 
Fakultas Hukum Esa Unggul

Fakultas Hukum melaksanakan beberapa kegiatan yang sekaligus bersamaan dalam acara Seminar ini yaitu :

Penandatanganan Prasasti Ruang Kuliah “Dr. Dharmono, SH, MH” dan “Dr. Taufiqurrahman Sahuri, SH, MH”


Dr. Ir. Arief Kusuma Among Pradja, MBA
Penandatangan Prasasti Ruang Kuliah

FH UEU bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat ditandani dengan penandatanganan MoU antara Dekan Fakultas Hukum UEU – Wasis Susetio, SH, MA, MH dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat – Fri Hartono, SH, MH. Ruang lingkup kerjasamanya yaitu Pendidikan dan Penelitian di bidang kejaksaaan termasuk pemberian materi tentang kejaksaan dan Pembinaan peradilan semu (Mootcourt) FH UEU dan proses praktek peradilan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Dr. Ir. Arief Kusuma Among Pradja, MBA
Peresmian Ruang MoU

Peresmian Ruang Moot Court (Peradilan Semu), Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul yang ditandai oleh pemotongan rangkaian pita bunga yang dilakukan oleh Wakil Jaksa Agung RI – Dr. Dharmono, SH, MH.

Dr. Ir. Arief Kusuma Among Pradja, MBA
Peresmian Ruang Moot Court (Peradilan Semu)

Begitu banyaknya masalah dibidang hukum menjadi perhatian kita semua, tidak hanya praktisi hukum yang membahasnya, namun juga sudah melebar ke kajian ilmiah seperti pada saat berlangsungnya seminar tentang hukum yang diadakan Universitas Esa unggul. Pada intinya pembicara lebih banyak menyorot kasus-kasus hukum saat ini yang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat, baik di media massa, koran, televisi dan obrolan warung kopi yang jadi topik menarik, tentu saja masalah Gayus Tambunan yang bisa bebas keluar masuk tahanan dengan menyuap penegak hukum kita.

Pada saat pembukaan seminar “ Meningkatkan Profesionalisme dan Etika Sebagai Penegak Hukum, Rektor Uiversitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma,AP, MBA menekankan bahwa para mahasiswa dapat memanfaatkan ruang Hukum Peradilan Semu yang ada di kampus UEU yang diresmikan oleh Wakil Jaksa Agung , Dr. Dharmono, SH, MH. Tempat ini diharapkan akan terjadi dialog yang bermutu dari para mahasiswa dapat melahirkan pemikiran – pemikiran yang berguna di bidang hukum.


Dr. Ir. Arief Kusuma Among Pradja, MBA
Press Conference


Seminar didahului oleh Dr. Taufiqurrahman Syahuri, SH, MH, Komisi Yudisial beliau mengatakan jabatan hukum merupakan jabatan yang mulia, namun disisi lain sebagai jabatan yang berat dan penuh resiko, karena banyaknya godaan-godaan duniawi. Lebih lanjut ia mengatakan Komisi Yudisial bagi bangsa Inonesia merupakan terobosan yang melahirkan pergeseran pengertian terhadap norma etika . Menurutnya norma etika tidak perlu berhubungan dengan norma hukum misalnya seorang hakim melakukan perbuatan tercela yang jika dilihat dari sisi hukum. Bukan sampai kepada klarifikasi pidana akan tetapi dapat diancam sanksi – sanksi berupa teguran tertulis, pemberhentian sementara dan pemberhentian.

Rektor mengharapkan agar mahasiswa hukum dapat melahirkan lulusan / sarjana hukum yang bermutu dan memiliki karakter dan juga dalam kehidupan sehari – hari “ kata Rektor UEU. Sedangkan pembicara ke-2, Dr. Dharmono, SH, MH, Wakil jaksa Agung RI yang juga anggota Satgas Mafia Hukum. Dia mengemukakan bahwa era reformasi adalah era demokrasi dan transparan. Salah satu agenda yang harus dilaksanakan adalah menegakkan supremasi hukum dalam kehidupan bermasyarakat. Supremasi hukum berarti menempatkan hukum sebagai patokan tertinggi berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Dikaitkan dengan pemberitaan dan penilaian masyarakat bahwa aparat hukum belum profesional, terutama dalam upaya memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme yang semakin marak akhir-akhir ini, maka SDM penegak hukum perlu diperhatikan.

Sedangkan pembicara ke 3, Dr. H. Fauzie Y. Hasibuan, SH, MH (Advokat), mengupas masalah profesi menurutnya pelaksanaan kekuasaan pemerintah yang baku teruji, pemecahan masalahnya tidak melakukan intervensi kekuasaan ke dalam upaya penegak hukum. Untuk itu, menurut pembicara dalam upaya meningkatkan kembali kepercayaan publik adalah melalui upaya keseriusan menuntaskan kasus hukum yang mendapat perhatian luas seperti kasus Miranda Gultom, Bank Century, dan penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan.

Hukum bukan merupakan suatu karya seni yang keberadaannya hanya untuk dinikmati oleh orang-orang yang mengamatinya. Hukum juga bukan suatu hasil kebudayaan yang keberadaannya hanya untuk menjadi bahan pengkajian secara logis-rasional. Hukum diciptakan untuk dijalankan. Hukum yang tidak pernah dijalankan, pada hakekatnya telah berhenti menjadi hukum. Hukum bukanlah suatu hasil karya pabrik yang begitu keluar langsung dapat bekerja.

Dengan perkataan lain, bahwa hukum hanya akan dapat berjalan melalui manusia. Manusialah yang menciptakan hukum, tetapi juga untuk pelaksanaan hukum itu perlu campur tangan manusia. Intinya bahwa di dalam upaya pelaksanaan hukum, di dalam upaya penegakkan hukum atau di dalam upaya mencapai supremacy of law, diperlukan adanya manusia-manusia handal dan profesional di bidang hukum, salah satunya adalah Advokat, selain Hakim, Jaksa, dan Polisi.

Di dalam Diktum menimbang UU No.18 Tahun 2003 tentang Advokat dikatakan bahwa kekuasaan kehakiman yang bebas dari segala campur tangan dan pengaruh dari luar, memerlukan profesi Advokat yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab, untuk terselenggaranya suatu peradilan yang jujur, adil, dan memiliki kepastian hukum bagi semua pencari keadilan dalam menegakkan hukum, kebenaran, keadilan, dan hak asasi manusia.

Bila pada masa lampau seorang sarjana hukum apabila telah lulus mengikuti tes yang diadakan Pengadilan Tinggi setempat dia mendapatkan SKPT (Surat Keterangan Pengadilan Tinggi) dan berhak menjadi pengacara untuk memberikan jasa hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan, akan tetapi kini aturan telah dirubah ke arah yang lebih baik agar mutu profesionalismenya lebih handal lagi, yaitu bahwa untuk dapat menjadi advokat dan memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan, maka seorang sarjana hukum harus mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat terlebih dahulu, sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU No.18 tahun 2003 tentang Advokat, pasal 2 ayat 1 yang berbunyi, “Yang dapat diangkat sebagai Advokat adalah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus profesi Advokat yang dilaksanakan oleh Organisasi Advokat.”

Advokat hingga saat ini masih merupakan profesi mulia yang banyak diminati oleh mahasiswa FH UEU. Terbukti banyaknya mahasiswa FH UEU yang memilih prodi praktisi. Banyaknya alumni FH UEU yang menjadi advokat. Oleh karenanya FH UEU berusaha meningkatkan mutu lulusannya agar bisa bersaing di persaingan global dan tidak hanya menjadi sarjana kertas. Salah satu programnya pertama adalah Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Kedua adalah dengan mengasah dan mengembangkan kemampuan lulusan FH Esa Unggul beracara di pengadilan, oleh karenanya FH UEU.


Sumber Website Esa Unggul




Read More..

Jumat, 30 Oktober 2015

Wisuda 15 Oktober 2009

Wisuda 15 Oktober 2009


Wisuda tahun Akademik 2008/2009 program D-III, D-IV, S-1 dan Pascasarjana Universitas INDONUSA Esa Unggul (UIEU) berlangsung pada 15 Oktober 2009 di Aula Kemala. Acara diawali dengan sambutan Ketua Yayasan Pendidikan Kemala Bangsa, Dr. Abdul Gafur, kemudian dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah dengan tema ”Kedudukan Mahkamah Konstitusi dalam Mendorong Kehidupan Demokrasi di Indonesia” oleh Prof. Dr. Moh Mahfud MD, SH – Ketua Mahkamah Konstitusi RI dan Guru Besar Hukum Tata Negara UII, Yogyakarta dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan peresmian ruang Prof. Dr. Moh Mahfud MD, SH.

Pidato Rektor disampaikan oleh Dr. Ir. Arief Kusuma Among Pradja, MBA sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik yang merupakan calon Rektor untuk periode 2009 – 2014. Dalam pidatonya menyampaikan sejarah perjalanan universitas beserta pencapaian atau prestasi yang berhasil diraih selama ini. Sejak awal para pendiri Universitas ini telah meletakkan dasar-dasar yang kokoh bagi tumbuh dan berkembangnya universitas yang berwawasan visioner dan modern. Dalam pidatonya Bapak Arief Kusuma mengemukakan sejarah dan perkembangan universitas serta lulusan, dan pilar keunggulan UIEU yaitu Kewirausahaan, Teknologi Informasi dan Kemampuan Berkomunikasi.

Setelah Rektor UIEU, Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Gafur pada wisuda kali ini juga menyampaikan pidato akhir masa jabatannya, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UIEU dengan 10 perusahaan mitra kerjasama dalam rekrutmen/seleksi sumber daya manusia dari lulusan UIEU yang memiliki kualifikasi dan persyaratan sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut. Biro Kemahasiswaan dan Alumni UIEU telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan, pada wisuda kali ini bertambah 10 perusahaan, diantaranya PT Perintis Pelayanan Paripurna (Century Healthcare), PT Plaza Auto Prima (Plaza Toyota), Prudential Life Assurance, PT MNC Sky Vision (Indovision), PT Bernofarm Pharmaceutical Company, RS Media Permata Hijau, PT Mitra Daya Solusi, PT First Media, Tbk, PT Paramitra Media Perkasa (DRTV), dan PT HBM Consulting Associates.
Wisuda kali ini melantik sebanyak 616 orang, terdiri dari :


  • Pascasarjana 19 Orang
  • Fakultas EKonomi 96 Orang
  • Fakultas Hukum 54 Orang
  • Fakultas Psikologi 40 Orang
  • Fakultas Ilmu Komunikasi 150 Orang
  • Fakultas Teknik 40 Orang
  • Fakultas Ilmu Kesehatan 107 Orang
  • Fakultas Fisioterapi 22 Orang
  • Fakultas Ilmu Komputer 88 Orang
Sumber Website Esa Unggul














Read More..

Pelantikan Rektor UIEU Masa Bakti 2009 -2014

Pelantikan Rektor UIEU Masa Bakti 2009 -2014

Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA
Pelantikan Rektor UIEU Masa Bakti 2009 - 2014

Segenap civitas akademika Universitas INDONUSA Esa Unggul mengucapkan :
“Selamat dan Sukses kepada: Dr. Ir. Arief Kusuma Among Pradja, MBA, terpilih sebagai Rektor Universitas INDONUSA Esa Unggul, Masa Bakti 2009 – 2014, menggantikan Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Gafur, Rektor Masa Bakti 2004 – 2009.
Dari 4 orang seleksi kandidat Rektor yang memenuhi persyaratan, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Pradja, MBA yang terpilih karena memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Visioner.
  • Memiliki jejaring (networks) luas dan akses yang baik kepada stakeholder.
  • Memiliki kapabilitas, integritas dan komitmen terhadap pengembangan institusi universitas.
  • Memiliki reputasi akademik
  • Berpengalaman menduduki jabatan strategis di dalam lingkungan sosial di luar Universitas
Acara pelantikan ini diselenggarakan pada Senin, 19 Oktober 2009 di Aula Kemala Universitas INDONUSA Esa Unggul, bertepatan dengan hari Ulang Tahun Bapak Arief Kusuma. Hadir dalam acara ini para karyawan, dosen, dan tamu undangan yang berasal dari keluarga, sahabat, instansi pendidikan, perusahaan partner, dan media pers.

Mengawali acara ini, Paduan Suara Golden Campus menyanyikan lagu ”Hymne INDONUSA,” dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua Yayasan Pendidikan Kemala Bangsa dan Pelantikan Jabatan Rektor Universitas INDONUSA Esa Unggul masa bakti 2009 – 2014 oleh Ketua Yayasan Pendidikan Kemala Bangsa, Dr. Abdul Gafur.

Semoga dalam melaksanakan tugas sebagai Rektor, senantiasa mendapat lindungan, bimbingan, kekuatan lahir dan batin dari ALLAH SWT dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab dengan kepemimpinan yang berdedikasi tinggi.

Read More..

Peresmian Konstruksi Awal Gedung Baru Universitas Esa Unggul

Peresmian Konstruksi Awal Gedung Baru Universitas Esa Unggul

Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA
Peresmian Konstruksi awal Gedung Baru
Sebagai wujud peningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas pembelajaran, Universitas Esa Unggul (UEU) mendirikan gedung baru yang terletak di belakang Gedung Utama, tepatnya di samping Masjid Baitul Gafur, UEU. Mengawali pembangunan gedung baru ini, maka pada Rabu, 19 Mei 2010 diadakan Peresmian Peletakan Tiang Pancang Pertama yang dibuka dengan sambutan dari Dr. Abdul Gafur – Ketua Yayasan Kemala, Dr. Ir. Arief Kusuma A.P, MBA – Rektor, Ir. Made Sudharta – Direktur Utama PP Dirganeka selaku pelaksana konstruksi, dan Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Gafur yang sekaligus meresmikan pembangunan gedung setinggi 5 (lima) lantai ini. 


Dr. Ir. Arief Kusuma Among Pradja, MBA (Rektor) mengatakan bahwa pada tahap pertama pendirian gedung 5 lantai di area lahan seluas 800 meter akan digunakan sebagai fasilitas perkuliahan dan perpustakaan yang lebih besar dan lengkap, mengingat perkembangan jumlah mahasiswa yang semakin tinggi setiap tahunnya, kemudian dilanjutkan dengan pendirian gedung 15 (lima belas lantai). Melalui pengembangan fasilitas Kampus yang lebih baik, Universitas Esa Unggul siap menjadi Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Indonesia.

Sumber Website Esa Unggul
Read More..

Seminar Gizi Seimbang & Hidup Sehat

Seminar Gizi Seimbang & Hidup Sehat

Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA
Seminar Gizi Seimbang & Hidup Sehat
Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu – Ilmu Kesehatan UIEU menggelar Seminar “Konsep dan Aplikasi Gizi Seimbang Menuju Hidup Sehat, Aktif dan Produktif”

Dalam upaya menyebarluaskan ‘konsep dan aplikasi gizi seimbang’ ke berbagai kalangan yang memiliki komitmen untuk memajukan ilmu gizi di Indonesia, Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas INDONUSA Esa Unggul bekerjasama dengan Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI) menyelenggarakan Seminar Sehari “Konsep dan Aplikasi Gizi Seimbang menuju Hidup Sehat, Aktif dan Produktif” pada Sabtu, 30 Mei 2009 di Aula Kemala, UIEU. 


Rangkaian kegiatan yang disajikan berupa Seminar dan Pameran. Seminar disampaikan oleh 4 orang pembicara yang merupakan para ahli kesehatan. Seminar diawali pembukaan oleh Dr. Ir. Arief Kusuma Among Pradja, MBA (Wakil Rektor I), kemudian dilanjutkan dengan peresmian acara Seminar ini. Peserta yang hadir dalam acara ini kurang lebih 200 orang yang berasal dari dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, para akademisi kesehatan, para mahasiswa UIEU maupun yang berasal dari universitas lain, masyarakat umum. Tujuan seminar ini adalah meningkatkan pemahaman di kalangan pendidik, provider gizi, dan masyarajat luas tentang gizi seimbang dengan “nutrition guidelines” yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia dan aplikasinya di masyarakat atas dasar perkembangan ilmu gizi.

Pembicara seminar yang pertama disampaikan oleh dr. Endang L. Achadi, MPH, Dr.PH (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia) yang membahas tentang gangguan gizi pada janin dan usia dini sebagai faktor resiko terjadinya penyakit degeneratif. Kegemukan merupakan faktor resiko beberapa penyakit degeneratif (seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung koroner). Penyakit degenaratif adalah suatu penyakit dimana fungsi atau struktur jaringan atau organ yang terkena mengalami perubahan kearah buruk secara progresif dengan berjalannya waktu, disebabkan oleh meningkatnya usia atau karena pilihan terhadap gaya hidupnya (misalanya pola makan berlebih dan tak seimbang, dan aktivitas fisik kurang). Faktor yang menimbulkan penyakit degeneratif adalah pola makan dengan gizi tidak seimbang, dan kekurangan gizi pada usia dini. Penanggulangan masalah gizi harus menjadi tanggung jawab bersama dari berbagai sektor, yakni Tenaga Gizi dan Kesehatan Penyuluh Gizi di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat kerja, dan sektor lainnya.

Pembicara seminar yang kedua disampaikan oleh Prof. Em. Dr. Soekirman (Guru Besar Ilmu Gizi IPB) yang membahas tentang konsep gizi seimbang dan penerapannya di berbagai kelompok masyarakat. Prof. Soekirman mengungkapkan bahwa penerapan konsep gizi seimbang bukan hanya ‘Empat Sehat Lima Sempurna’ yang terdiri dari sumber karbohidrat, lauk pauk, sayur mayur, buah – buahan dan dilengkapi dengan segelas susu, namun menerapkan Piramida Gizi Seimbang. Piramida Gizi Seimbang saat ini sudah menjadi pedoman gizi di semua negara dan didukung oleh Organisasi Pangan Dunia (FAO). Di tiap negara bentuk Piramida Gizi Seimbang berbeda – beda karena dipengaruhi oleh budaya dan makanan pokok negara masing – masing.

Pembicara seminar selanjutnya adalah Prof. Dr. Sidhartawan yang memaparkan tentang penerapan praktis gizi seimbang dalam menanggulangi penyakit degeneratif. Melengkapi pembahasan gizi seimbang dalam seminar ini, Prof. Dr. Hardiansyah, MS, Ph.D (Mayor Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB) menyampaikan tentang pentingnya cairan dalam gizi seimbang. Air sangat penting bagi tubuh karena merupakan pengisi rongga sel dan kerja sel, pembentuk/komponen cairan tubuh, pengaturan Ph dan metabolisme, pelarut dan pengencer, sarana transportasi zat, pengatur suhu tubuh, media pembuangan toksin dan sisa metabolik, mensuplai mineral dan elektrolit. Oleh karena itu air merupakan komponen utama dalam tubuh, bayi 80%, orang dewasa 70%, dan lansia 50%. Umumnya, tubuh membutuhkan 1,5 – 2,6 liter cairan per hari.

Dengan diadakannya Seminar sehari “Konsep dan Aplikasi Gizi Seimbang Menuju Hidup Sehat, Aktif dan Produktif” ini pemahaman dan aplikasi gizi seimbang dapat diterapkan dan diaplikasikan pada masyarakat, lembaga pendidikan dan kesehatan, dan lembaga fungsional lainnya.


Sumber Website Esa Unggul
Read More..

Realted Posts